Sabtu, 12 Februari 2011

................

              Ami namanya.Gadis kecil berambut panjang yang sangat pendiam.Ami terlahir sebagai anak seorang direktur perusahaan ternama di Jakarta.Ibu ami seorang wanita karir yang juga sangat sibuk,bahkan ami tak pernah melewati seharian penuh bersama orang tuanya.
             Ami tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang sangat kuper dan diam.kemanapun ia selalu sendiri,semua yang dia lakukan pun selalu sendiri. Suatu ketika,ami sangat ingin bisa bermain piano,ami memutuskan untuk les piano di dekat rumahnya dan ami meminta dibelikan sebuah piano.Orang tuanya langsung mengabulkan permintaan ami tersebut.
            4 bulan kemudian,ami mulai mahir memainkan tuts piano,setiap hari dia memainkan paino.Tapi sayangnya,orang tua ami tidak tau kalau ami sering memainkan piano dan sudah sangat mahir memainkan tuts piano.
          Ami beranjak dewasa,dia lebih mengerti arti perhatian dan kasih sayang orang tua. Tiap kali makan malam,Ami selalu mencoba untuk menyusun meja makan lengkap dengan semua hidangannya hanya untuk orang tuanya,Ami menunggu orang tuanya untuk makan malam bersama,tapi kesempatan itu tidak pernah Ami dapatkan.
        Berulang kali orang tua Ami mengecewakan Ami,Ami pun sedikit demi sdikit mulai menimpan kebencian kepada orang tuanya.Sampai suatu saat,Ami dipilih oleh guru les pianonya untuk menjadi bintang konser piano yang diselenggarakan oleh guru lesnya itu.Ami pun tidak menolak.Beberapa hari sebelum acara,ami berulang kali memeperingatkan orang tuanya agar mengosongkan kegiatan mereka sebentar saja hanya untuk melihat ami bermain piano,mereka mengatakan "iya".
        Beberapa jam lagi acara dimulai,Ami melihat ke kursi penonton,tapi kedua orangtuanya tidak kunjung hadir.Guru les ami mengatakan bahwa orang tua ami sedang dalam perjalanan.Ami mulai gelisah karena acara segera dimulai,sementara orangtuanya tak kunjung datang.
      Karena seluruh kursi penonton telah terisi kecuali 2 kursi terdepan yaitu milik orang tua ami,Acara pun dimulai.Ami mulai meletakkan jarinya di atas tutstuts piano.sesekali Ami menoleh ke arah kursi yang sengaja disediakan untuk orang tuanya itu,tapi kursi itu masih tetap kosong,bahkan setelah Ami selesai memainkan 2 lagu dengan pianonya itu.
       Ami benar-benar kesal,ami mengumpat orang tuanya,ami menghambur seluruh isi kamarnya,ami menyobek partitur yang ada di atas pianonya,ami merobak kertas yang berisi lagu buatannya untuk orang tuanya.di malam hari,telfon berdering,tante ami mengatakan bahwa orang tua ami meninggal dalam perjalanan untuk menonton konser piano Ami.
     Ami tersentak kaget dan meneteskan air mata.Ami menyesal telah menyimpan kebencian untuk orang tuanya sendiri,ami menyesal telah mengumpat orang tuanya sendiri,dan yang menyedihkan,ami belum sempat mengucap kata "maaf" untuk kedua orang tuanya dan sejak lahir sampai ia remaja ami belum sempat mengucap "mama,ami sayang mama.Papa,ami sayang papa".Tapi kini orangtua ami sudah tiada,kata-kata itu mungkin hanya akan menjadi mimpi untuk ami,\
      ~tamat~

0 komentar:

Posting Komentar

................

              Ami namanya.Gadis kecil berambut panjang yang sangat pendiam.Ami terlahir sebagai anak seorang direktur perusahaan ternama di Jakarta.Ibu ami seorang wanita karir yang juga sangat sibuk,bahkan ami tak pernah melewati seharian penuh bersama orang tuanya.
             Ami tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang sangat kuper dan diam.kemanapun ia selalu sendiri,semua yang dia lakukan pun selalu sendiri. Suatu ketika,ami sangat ingin bisa bermain piano,ami memutuskan untuk les piano di dekat rumahnya dan ami meminta dibelikan sebuah piano.Orang tuanya langsung mengabulkan permintaan ami tersebut.
            4 bulan kemudian,ami mulai mahir memainkan tuts piano,setiap hari dia memainkan paino.Tapi sayangnya,orang tua ami tidak tau kalau ami sering memainkan piano dan sudah sangat mahir memainkan tuts piano.
          Ami beranjak dewasa,dia lebih mengerti arti perhatian dan kasih sayang orang tua. Tiap kali makan malam,Ami selalu mencoba untuk menyusun meja makan lengkap dengan semua hidangannya hanya untuk orang tuanya,Ami menunggu orang tuanya untuk makan malam bersama,tapi kesempatan itu tidak pernah Ami dapatkan.
        Berulang kali orang tua Ami mengecewakan Ami,Ami pun sedikit demi sdikit mulai menimpan kebencian kepada orang tuanya.Sampai suatu saat,Ami dipilih oleh guru les pianonya untuk menjadi bintang konser piano yang diselenggarakan oleh guru lesnya itu.Ami pun tidak menolak.Beberapa hari sebelum acara,ami berulang kali memeperingatkan orang tuanya agar mengosongkan kegiatan mereka sebentar saja hanya untuk melihat ami bermain piano,mereka mengatakan "iya".
        Beberapa jam lagi acara dimulai,Ami melihat ke kursi penonton,tapi kedua orangtuanya tidak kunjung hadir.Guru les ami mengatakan bahwa orang tua ami sedang dalam perjalanan.Ami mulai gelisah karena acara segera dimulai,sementara orangtuanya tak kunjung datang.
      Karena seluruh kursi penonton telah terisi kecuali 2 kursi terdepan yaitu milik orang tua ami,Acara pun dimulai.Ami mulai meletakkan jarinya di atas tutstuts piano.sesekali Ami menoleh ke arah kursi yang sengaja disediakan untuk orang tuanya itu,tapi kursi itu masih tetap kosong,bahkan setelah Ami selesai memainkan 2 lagu dengan pianonya itu.
       Ami benar-benar kesal,ami mengumpat orang tuanya,ami menghambur seluruh isi kamarnya,ami menyobek partitur yang ada di atas pianonya,ami merobak kertas yang berisi lagu buatannya untuk orang tuanya.di malam hari,telfon berdering,tante ami mengatakan bahwa orang tua ami meninggal dalam perjalanan untuk menonton konser piano Ami.
     Ami tersentak kaget dan meneteskan air mata.Ami menyesal telah menyimpan kebencian untuk orang tuanya sendiri,ami menyesal telah mengumpat orang tuanya sendiri,dan yang menyedihkan,ami belum sempat mengucap kata "maaf" untuk kedua orang tuanya dan sejak lahir sampai ia remaja ami belum sempat mengucap "mama,ami sayang mama.Papa,ami sayang papa".Tapi kini orangtua ami sudah tiada,kata-kata itu mungkin hanya akan menjadi mimpi untuk ami,\
      ~tamat~

0 komentar:

Posting Komentar